Home > Kocak, Tips n Triks > Nyuci Printer

Nyuci Printer

nyuci-printerAda yang pernah kepikiran buat nyuci printer? Ini beneran lho . . . beberapa waktu lalu iseng Q mau benerin printer yang sudah agak lama nongkrong tak berguna di sudut lemari kecil Q.  Dan niat banget mau tak benerin, sebenarnya printer jadul ini sudah sering mogok alias rusak tapi kali ini mati total karena komponen elektronik di dalamnya  kebanjiran tinta hitam yang bocor dari catridge di atasnya. Printer HP seri 3600 yang Q beli enam tahun lalu itu sudah banyak berjasa dalam perjalan hidup ini, hehehehe . . . . . mulai dari tugas-tugas sekolah / kuliah bahkan untuk mencetak skripsi, jadi sayang untuk di buang.

Ok semua persiapan untuk benerin printer pun siap, mulai dari obeng dan tang sampai kapas buat bersihin catridge dan bagian-bagian yang berlumuran tinta hitam. Dan secangkir kopi yang telah Q siapkan, kalau yang ini cuma buat pemanis saja J. Semua sudah Q siapkan, bahkan peratan yang akan digunakan Q jejerin, alah apa ya bahasa yang cocok. Pokoknya biar rapi saja dan juga gampang nanti untuk ngambilnya, sedkit sok professional kan tidak apa-apa.

Diawali dengan niat yang sungguh-sungguh, karena printer Q belum pernah rusak seberat ini, bahkan mati total dan tidak beergerak sama sekali, begitu juga dari lampu indicator yang mengindikasikan tidak ada lagi tanda-tanda kehidupan. Satu hal yang pasti adalah membuka cangkang printer dan melepas semua komponen dulu.

Q ambil ambil obeng malah tidak cocok. Alangkah terkejutnya ketika semua persiapan sudah sangat mantap tapi malah ada masalah di awal dan cukup fatal juga. Aku lupa kalau tipe baut yang dipakai untuk merekatkankan cangkang printer itu menggunakan baut yang tidak biasa. Baut yang digunakan adalah baut dengan kepala berbentuk pentagon dan yang Q punya hanya obeng biasa dengan empat sisi yang menyilang. Wah sudah kecewa duluan ternyata, akhirnya mau tidak mau harus dicoba. Karena cuma itu yang Q punya. Dengan sedikit paksaan pikir Q sedikit demi sedikit baut akan bergulir sedikit demi sedikit dan mungkin akan terbuka juga. Namun, setelah beberapa lama, jangan bisa muter itu baut, bagian kepala baut malah jadi “dol” waduh gawat.

Harus Q akui stress juga gara-gara mau benerin printer malah buka cangkang printer saja susah. Mindset Q berkata “lagipula ini printer sudah tua dan mati, lebih baik Q coba maksa perbaiki daripada tidak diapa-apain kalau memang tidak bisa ya sudah”. Untuk cangkangnya akhirnya Q paksa denga cara merusak slot baut dengan cara dicongkel, dan terbuka juga. Setelah dicek ternyata tipe semua baut yang digunakan sama semua, yaitu berbentuk pentagon. Tapi setidaknya ada kemajuan yaitu bagian komponen di dalamnya sudah dapat terlihat. Benar saja semua komponen tertutup tinta hitam dan sama sekali daya listrik tidak bisa mengalir, ya seperti begitu.

Di tengah-tengah kebingungan itu, muncul ide gila. Cara yang terpikirkan untuk mengatasi masalah tersebut adalah pertama membersihkan dulu komponen dari tinta hitam, kemudian seandainya tidak bisa juga yam mau dibuang saja karena pasti ada komponen yang rusak dan Q tidak bisa memperbaiki itu. Pertanyaannya adalah, bagaimana bisa membersihkan noda itu kalau bagian yang akan dibersihkan saja tidak bisa di jangkau, padah sudah ku siapkan banyak kapas dan semangkuk air. Karena tidak ada cara lain yang terpikirkan, akhirnya Q putuskan untuk mencucinya saja sekalian. Simple saja sebenarnya, kalau mau bersih semua ya harus dicuci hehehe J.

Printer Q cuci menggunakan semprotan pompa air. Pertama printer Q bawa ke kamar mandi kemudian pompa air dihidupkan dan akhirnya dengan tekanan yang Q rasa itu cukup printer disemprot. Haduh tidak ada bedanya, ini printer apa baju, bayangin saja ini barang elektronik lho. Dengan hati-hati Q arahkan air ke sela-sela komponen yang tertutup tinta hitam tersebut. Dan dengan sedikit improvisasi sekalian saja Q bersihkan semua bagian printer. Hasilnya bersih, dan lebih dari yang bisa Q bayangkan sebelumnya. Tapi ya mikir juga, efek sampingnya mungkin komponen bisa jadi rusak atau apalah tapi tidak apa-apalah kapan lagi nyuci printer.

Ternyata Q juga ingat, tidak hanya printer di bagian mesin yang bermasalah tapi juga catridge yang sering macet. Ya sudah sekalian Q ambil catridge yang sebelumnya sudah dipisahkan untuk di bawa ke kamar mandi sekalian. Q bersihkan juga bagian dalamnya dengan air dan Q pastikan semuanya bersih total. Pada akhirnya kerjaan nyuci printer selesai.

Karena semua komponen basah semua kalau langsung dipakai pasti bisa rusak atau konslet, kemudian Q jemur sampai benar-benar kering. Baik printer maupun catridge harus Q pastikan kering. Bukan Cuma telepon yang “kering” diangkat tapi printer juga hehehhe . . . kurang lebih 3 jam proses pengeringan selesai.

Akhirnya Q beranikan diri mengoperasikannya kembali mulai dari nyolokin kabel adaptor dan USB juga catridge yang sudah kering itu juga Q isi dengan sedikit tinta. Setelah sudah semua, Q cek ulang semua dan sepertinya semua baik-baik saja kemudian Q hidupkan semuanya. Q beranikan diri mencoba membuat printer itu berguna lagi seandainya tidak bisa pun taka apa, setidaknya sudah berusaha, maksut Q brusaha nyuci printer. Jatung berdebar-debar ternyata bisa berubah menjadi senyum merekah, pasalnya printer tua Q itu kembali normal. Bahkan catridge yang sebelumnya sering macet ketika ngeluarin tinta, sekarang jadi normal kembali. Aku Cuma bisa bilang “Alhamdulillah”.

Categories: Kocak, Tips n Triks
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: